Desain Interior Grandmillenial atau Milenial, Mana Favorit Anda?

Posted 17-07-2020
img


Desain Interior Grandmillenial atau Milenial, Mana Favorit Anda?

Lifestyle

Interior Desainer: Hubungi kami melalui Hyde Living untuk wujudkan rumah impian Anda dan ikuti newsletter kami untuk update mengenai inspirasi residensial.

Tren yang ada bersifat siklus, dan bahkan tren gaya yang Anda kira tidak pernah akan terlihat lagi dan tren tersebut bisa saja akan muncul beberapa dekade kemudian. Salah satu konsep estetika desain yang Anda mungkin tidak ingin kembali untuk pilihan gaya desain adalah konsep ruang tamu nenek Anda zaman dulu. Kenyataannya, sentuhan pada gaya desain tradisional, awalnya dijuluki sebagai grandmillenial. Konsep desain ini adalah gaya interior modern abad pertengahan dan ruang minimalis dengan sentuhan serba putih yang telah mendominasi feed Instagram dan pastinya Anda pernah melihat desain interior rumah dengan sentuhan tersebut.

Generasi Millenium Tidak Memilih Desain Interior Monokromatik

Setiap generasi ingin memiliki tren desain yang berbeda dari sebelumnya, jadi generasi millennium yang sekarang memiliki rumah idaman yang beda dari pilihan desain orangtua dan gaya mereka. Generasi millennium yang hadir selama meningkatnya tren furnitur di pasar, tetapi generasi ini tidak tertarik terhadap tampilan monokromatik yang dibesarkan bersama mereka dan mencari inspirasi lain bagi generasi sebelumnya. Dengan penerapan lebih banyak pada pola dan tekstur, tampilan chic yang mencerminkan keinginan pada rentang usia dua puluh dan tiga puluh untuk desain ruang yang dapat memamerkan kepribadian mereka. Generasi ini pun tidak ragu untuk memadukan furnitur kayu cokelat untuk menambah kepribadian dan keunikan di rumah mereka, dan tentu saja bisa menjadi feed Instagram mereka. Tetapi, konsep desain tersebut bukan untuk ruang formal yang pengap dan mungkin Anda ingat sejak kecil.

Perkembangan desain interior gaya tradisional ini juga mengadopsi tren desain seperti ‘sekolah lama’ yang bisa Anda ingat kembali penerapan aksesoris berpola, wallpaper bunga, dan furnitur kayu yang memiliki banyak noda. Penerapan konsep desain tersebut menjadi berbeda untuk abad ke-21. Dengan mengombinasikan beberapa elemen modern, gaya ini dapat membuat Anda bernostalgia dan nyaman tanpa terlihat menjadi ruang yang membosankan. Dalam desain grandmillenial, penggunaan pola sangat penting untuk Anda terapkan, apalagi dengan tambahan ukiran klasik seperti toile, chintz, dan pola kotak-kotak yang dulu sering dilihat pada gorden, wallpaper dinding, dan sofa. Aksesoris lain seperti lipatan, kerutan, dan pinggiran juga digunakan. Furnitur mebel yang dibuat dari kayu bernoda gepa seperti warna kenari dan ceri akan membawa Anda ke dalam nunasa jadul pada ruangan di rumah Anda dulu, sementara penggunaan seni abstrak atau aksen logam dapat membantu Anda untuk menyegarkan dan memodernisasi tampilan desain interior rumah Anda.

Penerapan Desain Interior Minimalis

Gaya desain yang sedang tren saat ini yang berada di antara minimalis dan maximalisme. Gaya tersebut dapat menggabungkan rincian gaya tradisional dan memberikan sentuhan pada aksesoris bantal seperti pita, atau trim dalam monokromatik dan kombinasi dari warna analog. Untuk menghindari hal ini, Anda dapat memilih palet warna yang dapat dikombinasikan dengan warna jenuh untuk memberikan nuansa organik dan kasual.

Desain interior yang dirancang dengan baik adalah kunci untuk menarik konsep tampilan grandmillenial dengan cara yang lebih fleksibel daripada dengan sentuhan kuno. Anda sebaliknya harus selektif saat Anda ingin memberikan atau menghindari tampilan desain interior yang terlalu berantakan. Anda dapat memilih kain dalam pola yang berani, tetapi jaga agar palet warna tetap konsisten pada ruangan di rumah Anda, sehingga tampilannya berlapis, nyaman, dan tidak berantakan. Paling penting adalah Anda menghias rumah Anda dengan konsep desain interior apa yang Anda sukai.

Desain interior grandmillenial bisa menjadi pilihan Anda karena penerapan gaya tersebut bisa diterapkan sesuai dengan kepribadian Anda. Dengan penerapan tersebut, dapat membebaskanmu untuk membuat pilihan beragam desain dan menciptakan ruang yang sama sekali tidak sulit. Gaya grandmillenial dapat mendorong Anda untuk menjadi beda dengan desain interior yang ada di rumah lain.

Berbeda dengan gaya desain grandmillenial, ternyata generasi milenium tidak merusak segala konsep desain. Setelah warna merah muda tampaknya tidak terbendung selama dua tahun ini untuk generasi milenial, muncul warna favorit baru untuk Gen Z yellow. Seperti yang telah Anda ketahui, warna kuning Gen Z dinamai berdasarkan generasi yang lebih muda dari generasi milenium. Warna kuning dapat melambangkan vitalitas dan ambis, ciri khas yang biasa Anda lihat pada generasi ini. Mereka yang lahir setelah pertangahan tahun 2000-an telah sesuai dengan nuansa kuning. Warna ini mudah untuk menggabungkan warna cerah ke dalam dekorasi yang ada, seperti menambahkan rasa energi dan positif yang kuat, dua hal yang seringkali dicari oleh Anda sebagai pemiliki rumah ketika memilih warna yang berani. Seperti apa desain interior ruang untuk Gen Z yellow ini? Apakah berbeda dengan generasi grandmillenial. Gen Z kuning adalah tentang menjadi berani, tidak menyesal dalam penggunaannya, dan memberikan pengaruh yang besar. Itulah tiga kata sifat yang sempurna untuk menggambarkan sudut eklektik ini. Sementara beberapa orang mungkin akan mengecat selurung ruangan dengan memilih warna kuning jenuh. Biasanya, nuansa kuning paling sering Anda temukan di dapur, baik dalam bentuk furnitur mauppun karya seni yang penuh warna. Warna kuning dapat menciptakan tempat yang cerah dan ceria untuk memasak saat Anda menjadi tuan rumah untuk kunjungan keluarga besar Anda. Apalagi jika dikombinasikan dengan karpet Persia, kursi-kursi makan dalam nuansa Gen Z yellow tetap bisa diterapkan untuk dapur dengan desian kontemporer.

Secara personal, Anda mungkin tidak melihat penerapan Gen Z yellow pada kamar Anda. Seperti untuk selimut, karangan bunga di samping tempat tidur, bal, maupun poster-poster pop art ang memukau. Namun dengan kombinasi tersebut  akan membuat penggunaan warna menjadi kohesif. Dalam penggabungannya dengan dinding warna hitam, Gen Z yellow bisa menerapkan warna nada yang lebih berani daripada saat dikombinasikan dengan dinding warna putih.

Selain kombinasi warna, Anda dapat memilih menggunakan senni sebagai cara yang sederhana, jika Anda tidak ingin memasukkan Gen Z yellow pada rumah Anda. Bagian seni ini akan membawa warna, tekstur, dan sedikit sentuhan bar uke sudut ruang makan Anda. Anda dapat membuat seni abstrak sendiri untuk menggunakan kuas, spons, dan Teknik stroke.

Itulah perbedaan tren gaya grandmillenial dan Gen Z yellow. Bagaimana dengan Anda, gaya desain interior mana yang lebih Anda sukai dan cocok untuk diterapkan pada rumah Anda? Jika Anda ingin mengubah gaya desain interior rumah Anda, kami bisa mewujudkan rumah idaman Anda dan memberikan hasil desain yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan Anda.

Artikel ini disadur dari  https://www.bhg.com/decorating/lessons/expert-advice/grandmillennial-style/

Interior Desainer: Hubungi kami melalui Hyde Living untuk wujudkan rumah impian Anda dan ikuti newsletter kami untuk update mengenai inspirasi residensial.

Published by :
Admin Hydeliving

Newsletter
Discover your dream home inspiration with our help. Subscribe to our newsletter now. Free!